Kamis, 01 April 2010

Lingkungan Kerja Picu Kanker Payudara

Have you ever wondered if what you know about news is accurate? Consider the following paragraphs and compare what you know to the latest info on news.
VIVAnews - Penelitian menemukan faktor lingkungan dan tempat kerja berperan terhadap risiko kanker payudara. Namun, lingkungan kerja seperti apa?

Wanita yang bekerja di industri plastik khususnya nilon dan bahan dari minyak bumi memiliki risiko terkena kanker dua kali lipat daripada wanita yang bekerja di tempat lain.

If your news facts are out-of-date, how will that affect your actions and decisions? Make certain you don't let important news information slip by you.

Berdasarkan penelitian dari 1.100 pasien, wanita mengalami perubahan dalam estrogen yang berkaitan dengan penyakit kanker payudara dalam 10 tahun setelah terpapar hidrokarbon monaromatic, yaitu produk sampingan dari minyak mentah, akrilik dan serat rayon.

Wanita yang terkena paparan polisiklik hidrokarbon aromatik yang ditemukan pada produk minyak bumi sebelum 36 tahun memiliki risiko tiga kali pada wanita yang responsif terhadap estrogen dan progesteron. Adapun perempuan yang terpapar produk-produk minyak bumi sebelum pertengahan 30-an paling rentan terkena kanker payudara di masa datang seperti dikutip dari laman Telegraph.

dr. Perancis Labreche, dari Robert-Sauve Occupational Health Research Institute Montreal mengatakan payudara merupakan bagian tubuh wanita yang sensitif terhadap kimia berbahaya sebelum mencapai usia ke-40.

Faktor lingkungan dan tempat kerja berperan terhadap risiko kanker, yang mempengaruhi medan elektromagnetik frekuensi rendah dan zat kimia tertentu dalam tubuh. Meningkatnya kasus kanker payudara di berbagai negara diduga karena berbagai faktor termasuk perubahan konsumsi alkohol.

I hope that reading the above information was both enjoyable and educational for you. Your learning process should be ongoing--the more you understand about any subject, the more you will be able to share with others.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar