Senin, 19 April 2010

Kiat Cegah Kanker Usus

When you're learning about something new, it's easy to feel overwhelmed by the sheer amount of relevant information available. This informative article should help you focus on the central points.
BANDUNG, KOMPAS.com - Selain diagnosis dini, salah satu pendekatan terbaik dalam memerangi kanker adalah dengan pencegahan. Pada kasus kanker kolorektal (usus besar), bukti menunjukkan sebagian besar disebabkan karena faktor pola makan.

Berapa pun usia Anda, tidak pernah ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu yang bisa mencegah terjadinya kanker. Berikut beberapa faktor penyebab kanker kolorektal yang masih bisa kita kendalikan:

1. Kontak dengan zat-zat kimia tertentu seperti logam berat, toksin, ototoksi, serta gelombang elektro magnetic

2. Pola makan yang buruk, misalnya terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan lemak namun tidak diimbangi dengar buah dan sayuran segar yang mengandung serat.

Is everything making sense so far? If not, I'm sure that with just a little more reading, all the facts will fall into place.

3. Lemak jenuh. Mereka yang hobi mengonsumsi pola makan dengan lemak tinggi beresiko lebih besar terkena kanker usus. Setiap hari tubuh hanya memerlukan 30 % kalori yang berasal dari lemak.

4. Minuman beralkohol. Usus dapat mengubah alkohol menjadi asetilaldehida yang meningkatkan risiko menderita kanker kolon

5. Obesitas. Penelitian menunjukkan, kegemukan (obesitas) merupakan faktor risiko untuk kanker prostat, kolon, rektum, dan kanker payudara.

6. Bekerja sambil duduk seharian

7. Kurangnya aktifitas fisik seperti berolahraga.

Bagaimana dengan merokok? dr.Aru W Sudoyo, Sp.PD, staf pengajar pada Departemen Penyakit Dalam FK UI, mengatakan tidak ada hubungan langsung antara merokok dengan kanker usus besar. Namun demikian, perokok memiliki risiko berkisar 1,5 hingga 3 kali lebih besar untuk terkena kanker usus besar.

Now you can be a confident expert on news. OK, maybe not an expert. But you should have something to bring to the table next time you join a discussion on news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar