Selasa, 23 Februari 2010

Tinggi, Biaya Kesehatan akibat Diabetes

In today's world, it seems that almost any topic is open for debate. While I was gathering facts for this article, I was quite surprised to find some of the issues I thought were settled are actually still being openly discussed.
KOMPAS.com " Diabetes, yang selama ini menjadi masalah kesehatan negara maju, kini juga menjadi persoalan kesehatan negara berkembang. Diabetes dan komplikasinya, seperti stroke dan penyakit jantung, akan menjadi beban ekonomi terbesar bagi negara-negara berkembang.

"Diabetes telah bergeser dari persoalan kesehatan negara maju menjadi penyakit negara berkembang, seperti India dan China, dan ini akan menjadi beban pembiayaan kesehatan yang besar," kata Philip Clarke, peneliti dari University of Sydney School of Public Health.

Komplikasi diabetes antara lain penyakit jantung koroner, stroke, neuropati diabetik (gangguan pada pembuluh saraf), amputasi, gagal ginjal, dan kebutaan. Bila terjadi komplikasi, bisa terjadi kecacatan, menurunnya usia harapan hidup, dan tingginya pembiayaan kesehatan untuk semua golongan masyarakat.

Dalam penelitiannya, Clarke dan timnya menguji data 11.140 pasien diabetes di 20 negara, meliputi komplikasi yang diderita pasien, biaya perawatan, dan lamanya tinggal di rumah sakit. Hasilnya diketahui bahwa biaya kesehatan akibat penyakit diabetes meningkat tajam, terutama di negara-negara miskin.

Hopefully the information presented so far has been applicable. You might also want to consider the following:

Saat ini diperkirakan 250 juta orang di dunia menderita diabetes, angka ini akan terus bertambah dengan jumlah terbanyak, sekitar tiga perempatnya berada di negara berkembang. Indonesia saat ini menduduki urutan keempat setelah Amerika Serikat, China, dan India.

"Pasien di Asia dan Eropa Timur memiliki angka insiden stroke paling tinggi dibanding pasien dari negara maju. Pasien di negara berkembang juga lebih sedikit yang mendapat layanan kesehatan untuk penyakitnya dan lebih lama tinggal di rumah sakit," menurut laporan penelitian Clarke.

Pengeluaran per kapita China untuk biaya kesehatan diabetes diperkirakan 216 dollar AS (sekitar Rp 205.000) per tahun. Angka tersebut akan meningkat 10 kali lipat bila pasien mengalami komplikasi, misalnya stroke.

"Cara paling efisien untuk mengurangi tingginya biaya kesehatan adalah dengan mencegah terjadinya komplikasi. Bila pasien secara rutin mengontrol tekanan darahnya, biaya kesehatan bisa dipangkas," kata Clarke.

Dalam risetnya, Clarke melakukan survei di China, India, Malaysia, Filipina, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Lituania, Polandia, Rusia, Slowakia, Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Irlandia, Italia, Belanda, Selandia Baru, dan Inggris.

Now you can understand why there's a growing interest in news. When people start looking for more information about news, you'll be in a position to meet their needs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar