Sabtu, 08 Mei 2010

Pentingnya Riset Kesehatan

In today's world, it seems that almost any topic is open for debate. While I was gathering facts for this article, I was quite surprised to find some of the issues I thought were settled are actually still being openly discussed.
VIVAnews - Salah satu cara untuk mengetahui tingkat kesehatan suatu masyarakat dalam satu negara adalah dengan melakukan riset. Untuk itulah Kementrian Kesehatan pada 2010 ini, melakukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang akan dilakukan dari 25 Mei hingga 25 Juni mendatang.

Riset ini merupakan sarana untuk mengevaluasi perkembangan status kesehatan di Indonesia di tingkat nasional dan provinsi. Selain itu, juga untuk mengetahui perubahan masalah kesehatan dan perkembangan upaya pembangunan kesehatan di tingkat nasional dan provinsi dalam tiga tahun terakhir.

If you don't have accurate details regarding news, then you might make a bad choice on the subject. Don't let that happen: keep reading.

"Bentuk riset ini adalah dengan mendatangi langsung masyarakat. Bukan hanya diberikan pertanyaan, tetapi bagi yang berusia 15 tahun ke atas akan diperiksa dahak dan darahnya, untuk mengetahui apakah terkena malaria atau TB," kata Profesor Agus Puwadiyanto Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), dalam acara sosialiasi Riskesdas di gedung Kemenkes, 7 Mei 2010.

Data dari riset ini nantinya digunakan untuk mengevaluasi program kesehatan yang telah dilakukan, apakah efektif atau tidak. Selain itu juga hasil riset, akan dijadikan indikator Millennium Development Goals (MDG), target pembangunan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Riset ini sebagai pembuktian program kesehatan yang telah dilakukan. Karena program tanpa bukti sama saja malpraktik. Kita harus menghindari malpraktik dalam kesehatan masyarakat," kata Profesor Agus. (umi)

Is there really any information about news that is nonessential? We all see things from different angles, so something relatively insignificant to one may be crucial to another.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar